Jenis-Jenis Skala Pengukuran

January 26, 2010

Secara mendasar, jenis-jenis skala pengukuran dibagi menjadi 4 kategori:
1. Nominal
    Skala ini merupakan skala pengukuran terendah. Skala ini hanya berfungsi sebagai kategorisasi. Tidak menunjukkan adanya indikasi apakah sesuatu itu bersifat lebih tinggi dari pembandingnya. Peneliti hanya menggunakan angka sebagai alat bantu koding saja.
Contoh: Dalam kuesioner terdapat pertanyaan mengenai jenis kelamin (gender) jawabannya hanya ada 2, pria atau wanita. Dalam pengolahan data, peneliti dapat memberikan kode 1 =wanita dan kode 2=pria. Koding ini sangat bergantung pada peneliti. Bisa saja peneliti membaliknya, dimana pria=1 dan wanita=2. Koding tersebut tidak dimaksudkan untuk menunjukan bahwa wanita dengan kode 1, lebih tinggi derajatnya dibandingkan pria dengan kode 2.

2. Ordinal
Ordinal berasal dari kata order. Skala ini menunjukkan adanya rangking. Namun jarak antar rangking 1, 2, 3, dst tidaklah tetap.
Contoh:

Nama Rangking  Rata-rata Nilai 
Amir 1       9.00 
Budi 2       8.75 
Wati 3       8.00 


Dari data tersebut, terlihat bahwa meskipun Amir menduduki rangking 1, rata-rata nilainya hanya memiliki selisih 0,25 dibandingkan Budi yang menduduki rangking 2. Adapun jarak antara rangking 2 dengan rangking 3 adalah sebesar 0,75. Rangking tersebut tergolong data ordinal yang mengindikasikan bahwa nilai Amir>Budi>Wati, meskipun secara rata-rata jaraknya tidaklah sama.

3. Interval
Skala interval menunjukkan adanya rangking, jarak yang konstan, dapat dilakukan operasi matematika,  namun dengan nilai nol yang tidak mutlak (no absolute zero)
Contoh:

Temperatur Celcius  Kelvin 
Titik Beku 0      273,15
Suhu Badan Normal  36,8      310


Data temperatur tergolong  data interval karena semakin tinggi skor suhu, maka kedudukannya lebih tinggi. Jika kita  bandingkan selisih antara titik beku skala temperatur celcius dengan Kelvin, maka selisihnya sama yaitu sebesar 36,8 derajat. Namun nilai 0 dalam suhu, hanyalah berdasarkan konvensi saja.

4. Rasio
Rasio merupakan skala tertinggi yang memiliki seluruh sifat skala nominal, ordinal dan interval. Nilai nol dalam skala ini bersifat mutlak. Peneliti juga dapat melakukan operasi matematika. Yang membedakannya dengan skala interval adalah ia memiliki nilai nol mutlak.
Contoh:

Bulan Pendapatan
Januari 1 juta
Februari 2 Juta
Maret 0
April 2 juta
Mei 5 Juta
Total 10 Juta


Jika kita ingin menlakukan operasi matematika (misalnya +), maka data pendapatan diatas selama 5 bulan dapat kita jumlahkan menjadi 10 juta. Perhatikan bahwa Anda tidak dapat melakukan operasi matematika untuk data nominal dan ordinal. Untuk skala rasio nilai nol bersifat mutlak. Perhatikan data bulan Maret, nilai 0 menunjukkan bahwa pada bulan maret responden tidak memiliki pendapatan sama sekali.

Secara statistik, data nominal dan ordinal dikategorikan sebagai data non metrik atau non parametrik. Sedangkan data interval dan rasio digolongkan menjadi data metrik atau parametrik.

skala mana yang sering dipakai dalam penelitian??
terima kasih

Comment

@wita arianto
tergantung penelitianya wita arianto. kalau penelitiannya dalam bentuk kualitas maka skala yang digunakan adalah skala nominal dan ordinal

dan jika penelitianya berupa kuantitatif maka skala yang digunakan adalah skala interval dan rasio

Comment

mamamamamaamamammammt

Comment

Untuk penelitian kuantitatif sebaiknya menggunakan skala apa ya mas?? salam kenal

Comment


Comment